## 1:1000000000000…

Author: Andoko Chandra

You can calculate the probability with this formula:

Pi: the probability of ball number i will pop up.
Fi: the frequency of each number in your winning number.
T: the number of different ball in your winning number.

Explanation: Multiply all of your numbers’ odds to get the probability that your number is the winning number in the exact order. Since order doesn’t matter, you should multiply this result with its permutation, and don’t forget to handle duplicate element in the permutation.

The author, Andoko Chandra, together with Felix Halim code this in Java using BigDecimal (to avoid precission error) while I try to code in C/C++ using a mere double data type. Surprisingly, mine and theirs gave the same result. To handle the output formatting in C/C++ when you work with double data type, you can exploit sprintf and sscanf function like this:

```int  b;
char s[100], a[20];
sprintf( s, "%.5le", ans );
sscanf( s, "%[^e]e%d", a, &b );
printf( "%s x 10^%d\n", a, b );```

This problem was solved by 16 teams. The first team to solve this problem: whatever from National Taiwan University, minute 77.

### 16 Responses to “ACM-ICPC 2009 Jakarta – Problem Set & Analysis”

1. Wah, akhirnya jadi juga :)) *Cepet* juga ya, ga perlu sampai satu tahun udah jadi =)) …

2. Wogh.. siapa itu yang dihitamkan di YM yang lagi away?

Btw, CONGRATS! Akhirnya jadi juga ini blog…

3. Itu si husin, gw belum ganti nama di YM gw, jadi masih muncul ym-id dia. Diitemin biar ga diprotes ama orangnya π

4. kyknya problem A ada yg lupa ditutup tagnya.

ternyata write up H cuma gitu tok… π tau gitu harusnya bisa jadi dari dulu2 dong =))

5. berhubung tampaknya komentarnya gak dibaca:
Ax

6. ah sial, tagnya gak bener.
A x

7. ah dodol ini
< i > A < sub > x < sub > < /i >

8. @mahli: ngapain lu?

9. maaf, saya masih agak belum paham,
himpunan S itu menyatakan himpunan apa ya?

makasih sebelumnya..

10. @akbar: yang soal Alien ya? S itu himpunan evil alien yang sudah dibom. Contoh: S = {0,1,1,0}, artinya ada 4 evil alien, alien kedua dan ketiga sudah dibom (0 = masih hidup, 1 = sudah dibom).

11. @suhendry : saya sudah mulai paham,

Dari yang saya tangkap:
1. dp[i] : minimal bom untuk membunuh set i evil alien.
2. dp[i] = min(dp[i], dp[i&(~v[j])]+1); untuk mengupdate apakah untuk membunuh minimal i alien diperlukan dp[i] bom, atau dp[i&(~v[j])] + 1 bom.

Tapi masih ada yang saya belum mengerti mengenai:
dp[i] = min(dp[i], dp[i&(~v[j])]+1);

Misalkan di looping awal:
– i = {0,0,0,1} = 1, dan dp[i] = 15;
– ketika kita bom di koordinat j = (0,0), maka set evil yang akan mati = v[(0,0)] = {0,0,1,1} = 3.

dp[1] = min(dp[1],dp[1&(12)]+1)
dp[1] = min(dp[1],dp[12]+1).

Tetapi 12 itu = {1,1,0,0} (artinya alien 1 dan 2 dari kiri mati)
sehingga misalkan saja dp[12]+1 < dp[1], maka dp[1] = dp[12]+1 dan itu menjadi tidak valid karena dp[1] menyatakan set evil {0,0,0,1} atau alien keempat mati, sedangkan dp[12] hanya alien 1 dan 2 saja yang mati sedangkan alien 4 tidak.

Kalau salah mohon dikoreksi..Maaf ya saya jadi banyak tanya…:D hehe

12. horey…akhirnya….yg ditunggu-tunggu….sangat cepat nih…….:)

13. Susu.. mana warnanyaaaaa? yang penjelasan gw…

14. @felixh: huehehehehe, maaf, fixed π

15. Problem E – A + B

The smallest possible A + B can be obtained from A and B in their smallest possible number base. To find this you only need to find the smallest digit in A (and B) which is x and its smallest base is x + 1.

bukannya yang bener gini ya?

The smallest possible A + B can be obtained from A and B in their smallest possible number base. To find this you only need to find the LARGEST digit in A (and B) which is x and its smallest base is x + 1.

CMIIW. thx

• You’re right! My mistake :p, corrected!!