Few weeks ago I went to Kuala Lumpur to attend ACM-ICPC 2011 Kuala Lumpur hosted by IIUM (International Islamic University Malaysia). I was invited as a problem setter and judge. The invitation was addressed to my previous campus (BINUS), thus I represented BINUS/Jakarta/Indonesia in this ICPC.
Udah ada beberapa orang yang minta blog pembahasan soal ACM-ICPC INC 2011 yang barusan, tapi apa daya gw lagi ada kerjaan dan belum bisa buat. Paling cepat minggu depan, tapi kemungkinan besar masih dua-tiga minggu lagi setelah BNPC-HS 2011. Lagian gw juga harus nunggu Risan yang janji mau nulis pembahasan soal J (Messy Query) punya dia yang sepertinya memerlukan beberapa analisis yang cukup kompleks, dan Risan sendiri saat ini masih sibuk di Bandung untuk keperluan Pelatnas 1 TOKI dan minggu ini dia akan ke Kuala Lumpur untuk ACM-ICPC. Ya… ini emang bulan-bulan sibuk.
Lah terus ini post tentang apa? Di sini gw cuma mau post tentang cerita tentang pengalaman atau kejadian-kejadian unik yang gw alamin di INC kemarin aja. Mumpung masih segar dalam ingatan, kalau nunggu bulan depan udah keburu lupa. Nulis post ini cuma perlu waktu sekitar 1 jam (kalau pembahasan bisa satu hari). Tenang aja, pembahasan pasti dibuat, cuma ya minggu-minggu depan…
Babak penyisihan dari ACM-ICPC Indonesia National (Programming) Contest, atau yang biasa disebut INC, baru saja berlangsung pada hari Minggu, 23 Oktober 2011 yang lalu. INC 2011 adalah bagian dari rangkaian kegiatan ACM-ICPC 2011 (diakui oleh ACM sebagai salah satu kontes lokal ICPC), namun bukan sebagai kontes regional, sehingga tidak ada slot yang dialokasikan bagi tim pemenang untuk mengikuti ICPC World Final 2012 (untuk tim yang ingin mendapatkan kesempatan ini harus mengikuti ICPC Regional di kota/negara lain seperti Kuala Lumpur, Manila, dll).
Tahun sebelumnya Universitas Bina Nusantara dipercaya untuk menjadi host salah satu regional site ICPC (ICPC Jakarta), namun tahun ini direktur ICPC Asia menginginkan ICPC Jakarta dirotasi (“gantian”) dengan site-site lain, sehingga ICPC Jakarta tahun ini tidak ada (sambil berharap tahun depan kembali ada).
Babak final programming Compfest 2011 tingkat perguruan tinggi baru aja berlalu. Juara pertama diraih oleh ITB (Dongskar Pedongi – RevolutiO(N)), juara kedua oleh BINUS (Ketua Compfest), dan juara ketiga oleh UGM (ein).
Yang patut diperhatikan, juara keempat itu dari BINUS juga (Pelopor Compfest), isinya hanya 1 orang: Winardi Kurniawan, dia dikhianati dua anggota timnya (Panji Kharisma dan Eko Mirhard) :p. Tapi bersyukur juga Panji ga ikut, kalau Winardi sendiri AC 7, tapi kalau Winardi + Panji kayaknya jadi AC 5 [-(
Ok, di sini gw mau kasi pembahasan singkat tentang soal-soal yang keluar. IMO, soal-soalnya ga susah, tapi ga ada satupun tim yang solve semua soal (pada mentok di soal E).
Soal bisa didownload di sini.
Scoreboard bisa dilihat di sini (tapi sepertinya link ini ga permanen).
Here I want to explain something called segment array (I’m not sure whether the term is correct), a data structure that no better than segment tree but simpler to code. I learned this structure from my friend, Timotius Sakti, when he was still an undergraduate and preparing for ICPC.
I used this structure to solve problem H on Jollymoo 11 (a local “practice” contest at BINUS University). The problem was originated from Codeforces – Yandex Algorithm 2011 Round 1 Problem D, “Sum of Medians”, which can also be solved by segment tree.